Latest: Perkuat Kaderisasi Generasi Muda, DPW LDII Jawa Barat Siapkan Indonesia Emas 2045Ketua DPW LDII Jabar Minta Generasi Muda Berani Melawan Kelemahan Jadi PemenangHari Juang Polri, Jejak Perjuangan Arif Wachjunadi Mengungkap Sejarah Polisi Republik IndonesiaPeringati HUT Ke-81 RI, LDII Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan di Era DigitalKetua DPW LDII Jabar Pimpin Upacara Kemerdekaan Khidmat Di Wilayah Kabupaten Bekasi

LDII Apresiasi Seminar Ngopi Cimahi, Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Cinta

Jabar Utama

Cimahi, (26/9) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cimahi menggelar seminar bertajuk Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) di Pondok Pesantren Misbahunnur, Cipageran, Jumat (26/9/2025).

Seminar ini mengusung tema Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah konsep pendidikan yang dirancang untuk membentuk karakter generasi muda di tengah maraknya kasus bullying, tawuran, hingga perilaku anarkis di kalangan pelajar.

“Bagaimana kita mendorong anak-anak punya karakter mencintai sesama, khususnya cinta kepada Yang Maha Kuasa,” ujar Atalia, yang akrab disapa Ibu Cinta.

Acara dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai elemen, mulai dari tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pimpinan organisasi keagamaan, akademisi, penyuluh agama, hingga masyarakat umum.

Perwakilan FKUB yang juga Ketua DPD LDII Kota Cimahi, Dwi Hartono, menyambut baik gagasan Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, konsep ini sejalan dengan pendidikan karakter yang sudah diterapkan LDII melalui pesantren dan boarding school.

“Program ini sangat bagus karena relevan dengan pendidikan yang sedang kita galakkan di LDII,” kata Dwi.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini perlu rutin digelar agar antarorganisasi bisa saling berbagi pengalaman. “Perbaikan pendidikan karakter biasanya diperoleh dari pengalaman, sehingga bisa direplikasi ke tempat lain,” ujarnya.

Sebagai penutup, Atalia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara DPR RI, Kemenag, akademisi, dan ormas sangat dibutuhkan agar Kurikulum Berbasis Cinta bisa diimplementasikan optimal, bahkan ditargetkan berlaku secara nasional sebelum 2045.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Tulis komentar

0/1000