Latest: Pemprov Jabar Ajak LDII Perkuat Kolaborasi Strategis Wujudkan Pembangunan Daerah yang InklusifDorong Tata Kelola Akuntabel, Bakesbangpol Jabar Ajak LDII Perkuat Silaturahim dan PembangunanLDII Jabar Gandeng Pemerintah Tingkatkan Kontribusi Sosial Lewat Penguatan Kapasitas dan KaderisasiPerkuat Kaderisasi Generasi Muda, DPW LDII Jawa Barat Siapkan Indonesia Emas 2045Ketua DPW LDII Jabar Minta Generasi Muda Berani Melawan Kelemahan Jadi Pemenang

Pemprov Jabar Ajak LDII Perkuat Kolaborasi Strategis Wujudkan Pembangunan Daerah yang Inklusif

Jabar Utama

Bogor - Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Capacity Building dan Kaderisasi Pengurus yang diikuti oleh 300 peserta dari 27 DPD kabupaten/kota se-Jawa Barat. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 15–16 Oktober 2026 di Vila Kampung Sawah, Cimande, Kabupaten Bogor ini mengusung tema "Optimalisasi Tata Kelola Kelembagaan dan Kapasitas Kader dalam Mewujudkan Kontribusi Nyata LDII untuk Pembangunan Jawa Barat".

Kegiatan ini berfokus pada penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas kepemimpinan kader, serta penguatan kontribusi keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. LDII menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar proses regenerasi pengurus, melainkan langkah menyiapkan pelayan masyarakat yang amanah, kompeten, dan kolaboratif.

Hadir memberikan paparan materi, Analis Kebijakan Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Barat, HM. Rahmat, M.Ag., menyampaikan pentingnya peran organisasi masyarakat (ormas) keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah. Menurutnya, arah kebijakan pembinaan keagamaan Pemprov Jabar ditujukan untuk mendorong kehidupan beragama yang rukun, berkualitas, serta memberi dampak positif bagi warga.

"Ormas keagamaan memiliki posisi strategis dalam pembinaan umat, pengembangan kapasitas generasi muda, hingga aksi sosial kepedulian bagi kelompok rentan," ungkap HM. Rahmat dalam paparannya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan ormas keagamaan seperti LDII harus bertransformasi dari sekadar ruang dialog dan silaturahim menuju aksi bersama yang memiliki hasil terukur. Model kolaborasi praktis tersebut mencakup tahap penyamaan masalah, pemetaan potensi dan sumber daya, perancangan program, pelaksanaan aksi bersama, hingga evaluasi berkala.

Melalui tata kelola organisasi yang tertib dan akuntabel, kader LDII diharapkan mampu menghubungkan potensi komunitas dengan kebutuhan sosial masyarakat secara tepat sasaran. Sinergi yang kuat antara pemerintah, ormas keagamaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyokong visi "Jabar Istimewa: Lembur diurus, Kota ditata" demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Tulis komentar

0/1000