Ketua LDII Jabar Ajak Warga Pangandaran Tanamkan Jiwa Nasionalis Lewat Karakter Luhur
Pangandaran (25/06) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pangandaran berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan Pendidikan Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Bela Negara. Acara ini berlangsung khidmat di Gedung Perpustakaan Kabupaten Pangandaran pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat yang Tangguh, Berintegritas, dan Cinta NKRI” ini menghadirkan Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Barat, H. Dicky Harun, sebagai pemateri utama. Agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tali silaturahim antara ormas keagamaan dan pemerintah daerah dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Dalam paparannya, H. Dicky Harun menegaskan bahwa bagi warga ormas keagamaan, cinta tanah air bukan sekadar slogan, melainkan wujud rasa syukur atas bumi tempat berpijak dan beribadah secara aman. Ia menekankan prinsip Hubbul Wathon Minal Iman, atau cinta tanah air adalah bagian dari iman.
“Orang yang takut pada Tuhan akan selalu berusaha menjaga ketertiban di negerinya. LDII berkomitmen membentuk warga negara yang taat beragama sekaligus taat hukum,” ujar Dicky di hadapan para peserta.
Dicky juga mengingatkan pentingnya menjaga empat konsensus dasar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Menurutnya, keberagaman suku, bahasa, dan agama harus dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan, bukan pemicu perpecahan yang bisa menghancurkan bangsa.
Di tengah status Pangandaran sebagai daerah wisata, Dicky mengajak warga untuk menjadi teladan kerukunan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Ia juga mendorong masyarakat untuk menjadi benteng pertahanan melawan berita hoaks, judi online, hingga radikalisme.
“Sinergi dengan Kesbangpol ini adalah langkah konkret LDII dalam menjalankan 8 Bidang Pengabdian, khususnya di bidang Kebangsaan, untuk menanamkan jiwa patriotisme kepada generasi muda,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, LDII berharap masyarakat semakin kompak dan rukun dalam mendukung program pemerintah. Dengan komunikasi yang baik antarwarga, diharapkan Indonesia dapat terus maju dan terhindar dari ancaman ego sektoral yang memecah belah bangsa.

