Inovasi Pendidikan LDII Fokus Pada Karakter Guna Hadapi Tantangan Bullying dan Mental
Sumedang (08/07) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) terus memperkuat komitmennya dalam dunia pendidikan dengan mengusung konsep “Profesional Religius”. Melalui Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP), LDII fokus mencetak generasi unggul yang tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan syariat Islam.
Ketua DPP LDII, H. Akmaludin Akbar, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa LDII tidak memiliki sekolah secara organisatoris, melainkan menjalin kemitraan strategis dengan berbagai yayasan pendidikan. Dalam kerja sama ini, LDII menawarkan program unggulan berupa pembinaan 29 Karakter Luhur yang menjadi nilai jual utama sekolah-sekolah binaan.
“Kita punya program unggulan yang disebut profesional religius. Yang kedua adalah kita punya program 29 karakter luhur yang itu nilai jualnya sangat tinggi,” ujar Akmaludin dalam acara Pertemuan Akbar (PERAK) 2026 di Graha Aulia Jatinangor, Sumedang.
Bukan Sekadar Fasilitas, Tapi Hasil Nyata Akmaludin menekankan bahwa sekolah-sekolah binaan LDII harus memiliki positioning atau pembeda yang jelas dibandingkan sekolah lain. Menurutnya, orang tua saat ini tidak hanya membeli fasilitas seperti AC atau gedung mewah, melainkan “membeli” masa depan anak-anak mereka.
“Orang tua itu akan membeli masa depan anaknya. Anak saya sekolah di sini nanti jadi apa? Apa yang didapat oleh anak saya? Bukan hanya sekedar fasilitas, tapi outcome dari kelulusan,” tegasnya.
Strategi ini terbukti membuahkan hasil nyata. Di Surakarta, misalnya, sebuah SD binaan LDII berhasil menduduki peringkat ke-9 dari 255 sekolah tingkat kota. Selain itu, beberapa SMP binaan juga menjadi satu-satunya sekolah swasta yang menerima penghargaan Boskinerja karena prestasinya.
Lawan Bullying dengan Mental Tangguh Selain prestasi akademik, fokus utama pendidikan LDII adalah pembentukan mental. Akmaludin menyoroti isu kesehatan mental dan bullying yang marak terjadi saat ini. Melalui lingkungan sekolah yang berbasis keteladanan di mana guru dan kepala sekolah menjadi contoh nyata LDII berupaya menciptakan suasana belajar yang aman.
Sekolah-sekolah ini menawarkan program pembentukan mental tangguh agar siswa mampu menghadapi tantangan zaman tanpa terjerumus pada perilaku menyimpang. “Kita tawarkan ini, sekolah kita ini membentuk mental yang tangguh,” tambahnya.
Sinergi Guru dan Orang Tua Program pendidikan ini juga melibatkan peran aktif orang tua melalui program parenting rutin dan akademi orang tua. LDII meyakini bahwa mendidik anak adalah kewajiban orang tua yang dibantu oleh sekolah, sehingga kolaborasi keduanya sangat krusial untuk mewujudkan “Tri Sukses”: sukses spiritual, sukses karakter, dan sukses akademik.
Kegiatan PERAK 2026 ini sendiri menjadi ajang konsolidasi bagi 55 kepala sekolah dan 55 guru LDII se-Jawa Barat untuk menyelaraskan Kurikulum Merdeka dengan penguatan 29 Karakter Luhur demi menyongsong Generasi Emas Indonesia.

