Kadinsos Jabar Puji Langkah LDII Edukasi Masyarakat Terkait Dukungan Anak Berkebutuhan Khusus
Jatinangor (19/07) – Masalah keterlantaran anak, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Jawa Barat, membutuhkan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, saat memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
LDII melalui DPW LDII Provinsi Jawa Barat menggelar webinar bertajuk “Dukungan Keluarga dan Lingkungan untuk Anak Berkebutuhan Khusus” dengan jargon “Orang Tua Hebat untuk Anak Istimewa”. Acara ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendampingan kolektif bagi anak-anak dengan kondisi spesial. Bertempat di Graha Aulia Jatinangor Sumedang, Minggu, 19 Juli 2026.
Kadinsos Jabar, Noneng Komara Nengsih, menyatakan bahwa upaya yang dilakukan LDII sangat selaras dengan program pemerintah dalam mentransformasi pelayanan sosial. Menurutnya, tanggung jawab menjaga dan mendukung ABK bukan hanya berada di pundak orang tua semata.
“Bukan hanya orang tua, kakek nenek, atau kakak adik, tetapi juga tetangga dan masyarakat setempat, termasuk pemerintah,” ujar Noneng yang telah menjabat sebagai Kadinsos Jabar sejak tahun 2025 tersebut.
Noneng mengakui bahwa pemerintah memiliki keterbatasan dalam menangani seluruh persoalan sosial secara mandiri mengingat populasi Jawa Barat yang sangat besar. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat yang dibangun melalui webinar ini diharapkan dapat menekan angka keterlantaran difabel di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Noneng menekankan pentingnya implementasi nyata dari hasil seminar ini. Ia berharap ada sinergi yang kuat antara masyarakat, orang tua, dan pemerintah daerah.
“Kita tidak bisa sendirian. Perlu ada keberdayaan dari keluarga dan tetangga. Terutama di pelosok, peran Pak RT dan Pak RW sangat penting untuk menginformasikan kondisi ABK di wilayahnya kepada Dinas Sosial kabupaten/kota atau provinsi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan agar tidak ada lagi pembiaran terhadap anak-anak yang membutuhkan bantuan. Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dan melakukan intervensi jika diperlukan demi memastikan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor seperti yang ditunjukkan oleh LDII, diharapkan transformasi pelayanan publik yang profesional dan adaptif dapat terwujud, sehingga tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus yang merasa sendirian atau terlantar.

